Membuka kembali friendster dan Facebook membuat saya bergidik… segalanya telah berubah

yang dulu belum nikah… sekarang nikah
yang dulu belum kerja… sekarang kerja

Beberapa teman “sepermainan” semasa SMA dulu kini sudah banyak yang jadi orang. Kadang sulit dipercaya, sesuatu yang gak kebayang waktu zaman SMA dulu..

ada yang jadi ….  pengacaranya United Nations,
ada yang jadi …. researcher di Tokyo University, yang konon Universitas nomor 1 di Asia
ada yang jadi …. sukses sbg wirausahawan kebab (babarafi)
ada yang jadi …. developer blue-ray-nya Samsung,
ada yang jadi …. dosen baik dalam maupun luar negeri
ada yang jadi …. wartawannya detik.com
ada yang jadi …. karyawan Pertamina, Semen Gresik, BRI, BNI, Mandiri, Indosat, Telkom
tapi ada yang …. jadi “pegawai negeri biasa”…. DEPKEU, Deperin,DEPLU, Depdagri, dsb

kalau dilihat dari lokasi tempat tinggalnya juga sama-sama “mengerikannya”

Makau, Tokyo, Den Haag, Hongkong,
Singapore, Johor, Seoul, Kobe,
Stuttgart, Delft, Twente, Dubai

Padahal dulu, masih sering bareng untuk banyak hal : main sepakbola, praktikum dilab, jadi pelarian dari lapangan upacara gara gara gak bawa topi (hehehe), latihan merpati putih , makan di kelas

PEOPLE CHANGED !

Tapi ada satu kawan yang membuat aku kaget….

Dia adalah kawan, yang “sangat tidak berpotensi”. Jauh dari cerdas dan penuh inisiatif. Kemampuan coding yang dibanggakan dari banyak lulusan departemen IT tidak dia miliki. Kemampuan komunikasi pun juga dibawah rata rata. Bahkan hingga 1 tahun kelulusan kita dari PTN, dia tidak juga dapat perkerjaan yang “jelas”. Memilih berwirausaha pun tidak. Singkat kata… tidak ada satu pun yang bisa diharapkan dari dia. Kecuali satu…. KETULUSAN.

Kawan ini sangat tulus. Dia ini gak pernah menyimpan hidden agenda. Tanpa tendensi. Polos. Jauh dari kata “ambisius, licik dan ingin mengalahkan”. Ketika dia bekerja di lembaga konsultan, dengan gaji dibawah rata rata, dia menjalankan dengan sungguh sungguh. Patut diberi apresiasi. Wajar banyak orang suka dengan dia. Barangkali dari sana ada doa orang yang “nyantol di langit”.

Kini dia bekerja di PERTAMINA

Dari kisah ini saya belajar:


a. Tidak pernah ada orang yang sama dalam kurun waktu berbeda
sekarang——————> nanti
sifat baik ——————> sifat jelek
pemalas ——————> pekerja keras
sukses ——————> gagal
rendah hati ——————> sombong
pecundang ——————> winner

b. Ketika merasa kita lebih tinggi daripada orang lain….. jangan jangan kita sedang “”lari kebelakang” (mengalami kemunduran)

c. Harus tetap fokus bekerja 5 “as”
– ker”as”
– cerd”as”
– pant’as”
– tunt”as”
– ikhl”as”