life is only a deck of cards

Office politics, kesan pertama : bosen, mengerikan, penuh intrik dan tidak manusiawi. Kesan pertama yang normal menurut aku. Aku juga sering mikir kayak gini koq.

But any how, kita harus tahu bagaimana office politik itu berjalan. Aktor aktor apa saja yang terlibat disana. Karena kita gak bakal pernah bisa menghindar dari office politics. Dimanapun dan kapanpun kita berada

Tujuannya paham office politics jelas. Mengambil manfaat terbesar. bagi diri kita sendiri, dan mencegah kita “terjebak” dalam lingkaran setan. Serius !

saya pribadi melihat office politics itu seperti tumpukan kartu.

Ada AS, Joker, King, dan Queen, .

Masing masing punya sifat dan peran sendiri sendiri, so mari kita bahas:

AS

Orang yang bertipe kartu as memiliki sifat sifat:
a. Cenderung tidak bisa digantikan.
b. Sistem akan mandek jika orang ini tidak ada.

Kartu AS
orang yang “berkartu as” akan cenderung sulit diatur dan semau gue. Berbeda dengan karyawan biasa, atasan harus berhati hati jika hendak memecat orang berkartu as. Karena ancaman atas pengunduran kartu AS cukup jelas: Sistem Tidak berjalan. Perusahaan harus mencegah adanya kartu AS dalam sistem. Cara yang lebih efektif adalah “melemahkan” kartu AS dengan mendidik orang sebanyak mungkin untuk menguasai sistem tertentu. CAra lain misalnya dengan pendekatan emosional: sering mengajak makan, diskusi bareng , atau curhat keluarga. Sometimes mungkin terlihat konyol, but very effective lho. Intinya menguasai hati dari kartu AS, sehingga ia enggan untuk berpindah ke tempat lain.

Sementara jika anda, termasuk orang yang bertipe “berkartu AS”, saya mengingatkan karir anda akan cenderung sulit naik, karena tidak ada orang yang bisa menggantikan anda. Anda mungkin akan merasakan kenaikan gaji di tiap tahun [sebagai hasil bergaining gaji], tapi itu tidak akan mengangkat posisi anda ke bagian manajerial. So anda harus mencari pengganti anda atau backup anda di perusahaan.

KING

King adalah owner dari sistem.
Department: Manajer, Kepala Department
Perusahaan : Direktur
dsb

KIng adalah pemimpin tertinggi dari sebuah organisasi. King bisa berarti “super king” maksudnya: pemilik sistem keseluruhan (contoh: presiden – negara) tapi juga bisa berarti “local king” maksudnya: pemilik sistem local (contoh: lurah-kelurahan).

King punya sifat alami:

TIDAK BOLEH DILAWAN

King mungkin adalah orang paling bodoh dalam organisasi. Paling tidak kompeten, atau mungkin paling tidak berbobot,

tapi selayaknya king, kita harus tetap menghormati dia dan tidak membantah perintahnya secara langsung. Pemberontakan seorang karyawan terhadap KING bisa berakibat fatal:
PEMECATAN atau PENGUCILAN


sekalipun bisa jadi, apa yang dikatakan oleh karyawan itu adalah solusi paling efektif dan efisien. baik dari sisi waktu maupun biaya.

Betul bahwa King harus dilayani. Tapi kita harus tetap menjadi sosok yang kritis. Memberikan saran paling baik, solusi paling rasional, dan implementasi solusi paling rendah biaya dengan efektifitas dan efisisensi yang tinggi.

Itu semua bisa membuat kita dekat dengan KING. Jika kita bisa mendekati King, maka kita akan bisa menjadi QUEEN dalam sistem.

BTW Apa itu QUEEN, dan apa keuntungan kita menjadi QUEEN?

QUEEN

Queen adalah “main influencer” dalam sistem. Pembisik utama KING. Yang mengendalikan KING secara tidak langsung.

Bisa jadi QUeen malah bukan wakil direktur atau wakil manajer melainkan tukang sapu atau tukang parkir gedung. Bahkan mungkin malah mahassiwa kerja praktek di perusahaan tersebut. Intinya adalah tempat dimana KING mempercayakan “trust” yang ia miliki.

Queen adalah sosok paling invisible. Seorang marketer sometimes harus tahu dimana “queen” bersembunyi, karena sifatnya yang sangat acak. Misalnya: biasanya kalau di organisasi pemerintahaan, yang menjadi queen adalah istri dari KING.

Queen sering jadi orang di belakang layar atas kegagalan banyak transaksi penjualan, yang sebenarnya (diawal negoisasi) KING sudah setuju.

JOKER

Joker adalah sosok “PALING MENYEBALKAN” dalam sebuah tim.

Joker adalah orang yang paling rendah kemampuan tekniknya, paling tidak efektif kerjanya, paling jelek di segala bidang kerja tim.

TAPI IA terlanjur DIMASUKKAN KE TIM

jOKER ada mungkin karena :
a. salah pilih orang
b. perintah KING [saudaranya king, orang kepercayaannya king, dsb]

Jika dalam sebuah tim ada banyak joker, maka rusaklah sistem
jika dalam sebuah tim ada banyak kartu AS, maka rusaklah sistem

Selanjutnya itu kita harus berhati hati dengan sosok joker, karena bisa jadi sekarang dia JOKER but sometimes dia bisa berubah jadi QUEEN kalau berhasil membangun kedekatan dengan KING.

Kedekatannya dengan KING bisa dibangun dengan keluhan, curhat atau sesuatu yang membuat KING punya empati (rasa kasihan) terhadap JOKER.

Setiap orang dalam organisasi atau tim biasanya memiliki satu tipe diatas. Tapi tidak menutup kemungkinnan memegang dua tipe secara bersamaan Misalnya ada orang bertipe kartu AS sekaligus KING. Maka bisa dipastikan kalau orang tersebut cenderung bekerja “one man show”. Karena dia tidak percaya ada orang yang bisa mengerjakan tugas tersebut.

Kita harus pandai pandai menyiasati bagaimana bersikap dalam oraganisasi. Agar tidak jadi bulan bulanan di Kantor.

Jika anda agak pendiam, maka saya sarankan anda mulai menyusun keahlian agar menjadi AS.

SEbaliknya jika anda adalah orang yang pandai berkomunikasi, maka membangun diri menjadi QUEEN adalah solusi kerja yang bagus diawal.

Bagaimana dengan anda?