Akhirnya bertahun baru juga di Kota Seoul, pertama kalinya tahun baru di negeri orang. Gak kebayang tahun ini bisa juga ke sini. Tahun baru ini memang dinginnya luar biasa. Sebelum berangkat sempat ketar ketir begitu lihat suhu bakal -7 derajad di jam 12 malam dan mendekati -9 derajad jam 3 malam. Tapi karena niat melihat “langsung” kehidupan korea, ya akhirnya berangkat juga.

Kita berangkat jam 9 malam dari international house. Hitungannya 1 jam perjalanan di subway dan 2 jam untuk jalan jalan cari letak dimana lokasinya akan diadakan. Maklum orang baru, jadi was was juga kalau kesasar. Bersama Pak Taufik (dosen UIN Jogja) dan Shumba (dari Zimbabwe), akhirnya kita berangkat.. Tujuannya jelas : Sinchong atau Seoul City Hall.


City hall adalah “alun alun” kota Seoul. Disini beberapa pusat perkantoran didirikan. Karena city hall cukup luas, maka butuh waktu juga untuk cari tahu dimana “pusat kembang api” akan diadakan. Setelah berjalan dan bertanya tanya dengan bahasa tarzan, akhirnya ketemu juga dimana “pusat” perayaannya.
Pusat perayaannya dilakukan di Jongno. Salah satu daerah tua di Seoul. Konon daerah ini sudah ada sejak zaman Dinasti Sejong. Perayaan ini memang dilakukan ditempat itu saban tahun dengan mengundang para artis korea.
Di daerah itu juga ada Jongno Tower, markas besar Samsung, salah satu perusahaan korea yang menguasai pasar elektronik dunia. Menurut wikipedia penghasilan Samsung saja selama satu tahun sebanding dengan GDP pemerintah Malaysia dalam satu tahun(1). Padahal Korea masih memiliki beberapa perusahaan “kuat” dunia seperti Hyundai, Kumho Asiana, Lotte, LG, SK Group, POSCO dsb.
Jadi tidak heran kalau acara tahun baru di korea juga dimaknai sebagai “pamer supremasi ekonomi” ke dunia. Oleh sebab itu Presiden Korea selalu menyempatkan diri datang ke sana.
Karena ada Presiden datang, rupanya ada juga demostrasi yaang memanfaatkan acara ini. Konon isunya karena presiden korea Lee Myung Bak mulai mengekang kebebasan pers. Ya karena datang itu lah akhirnya banyak juga polisi yang disiagakan dijalan jalan

Sepanduk pun berserakan di jalan jalan. menanti orang untuk “mengambil bagian”
Menjelang jam 12 malam orang orang mulai berdesak desakan. Mencari posisi yang pas merayakan tahun baru. Pas jam 12 malam, ada sirene tahun baru dibunyikan. Kembang api dinyalakan. Suara sorak sorak manusia terdengar dimana mana. Rupanya kembang api tidak hanya disediakan oleh pemerintah. Beberapa pengunjung ternyata juga “berswadaya” membawa kembang api sendiri.

Karena membawa kembang api sendiri inilah yang membuat badan risih. Gimana gak risih, apinya itu “bertebaran” ketika petasan dinyalakan. Beberapa percikan api sempat kena badan juga. Panas !
Bebarapa pasangan juga memanfaatkan ajang tahun baru untuk “mencium” pasangannya. Mungkin ingin menujukkan tanda cinta ditahun yang baru. Halah. Klise. Tapi kenyataaanya sih gitu. Coba dilihat baik baik gambar ini. Coba lihat backgroundnya. Ada apa? betul ada dua orang manusia yang sedang berciuman

Bahkan sampai beberapa saat setelah itu.. ada juga pasangan yang tetap berciuman. Gak sadar kalau ada kamera yang “mendekat” hahaha


Karena dingin yang begitu kuat akhirnya kita memutuskan untuk pulang jam 00.30 malam. Maklum suhu sudah mulai masuk -8 dan sudah mulai membuat kaki ingin di “panaskan”. Mungkin tahun depan bisa lihat perayaan tahun baru dengan “lebih baik”

January 3, 2009 at 9:03 pm
wah2 mas..
keren banget yah mas..
disni walaupun musim hujan tetep aja panas.
^_^
doain yah FP alpro 2 kami bisa sukses..
kalo ada kritik dan saran bisa langsung ke blog kami mas.
http://ontaxi.wordpress.com
ditunggu ya mas
makasi